Home > KEGIATAN INDUSTRI > KEGIATAN 5R / 5S

KEGIATAN 5R / 5S

image 5S atau di Indonesia adalah 5R, merupakan suatu teknik menjaga mutu lingkungan dalam sebuah perusahaan/institusi dengan cara mengembangkan keterorganisirannya. Teknik yang dimaksud ini melibatkan 5 langkah yang dikerjakan secara berurutan dan dapat dilakukan dimanapun selama 6 bulan sampai dengan 2 tahun atau sampai dengan penerapan secara menyeluruh. Walaupun penerapan telah sukses, perusahaan masih harus berfokus untuk melakukan peningkatan  terus-menerus  karena dengan jalan inilah mutu bisa dicapai.

5S terdiri dari SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE. Di Indonesia 5S diterjemahkan menjadi 5R, yaitu RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN. Pada dasarnya tidak ada banyak perbedaan antara 5S dan 5R, untuk jelasnya lihat penjabaran berikut ini.

SEIRI, adalah S pertama yang berarti “organisasi”. Terorganisir berarti menjaga barang yang diperlukan dan memisahkan barang yang tidak diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari. Dahulu, supply untuk perusahaan sulit didapat. Kebiasaan melempar barang-barang, baik yang digunakan atau tidak sangatlah tidak dianjurkan. Namun saat ini suplly barang untuk kebutuhan perusahaan sangatlah berlimpah. Barang, jasa dan informasi mudah didapat. Saat ini memisahkan barang yang benar-benar diperlukan sangatlah penting karena perkembangan ekonomi yang cukup cepat. Mengetahui benda mana yang tidak digunakanan, mana yang akan disimpan serta bagaimana cara menyimpan supaya dapat mudah diakses terbukti sangat berguna bagi perusahaan.

Kunci untuk melakukan Seiri adalah :

  • Cek barang yang ada diarea masing-masing
  • Tetapkan kategori barang-barang yang yang digunakan dan tidak
  • Beri label, misalnya warna merah untuk barang yang tidak digunakan
  • Siapkan tempat untuk tempat menyimpan/membuang/memusnahkan barang yang tidak digunakan
  • Pindahkan barang yang telah diberi warna label ketempat yang telah ditentukan

SEITON, adalah S kedua yang berarti “kerapihan”. Kerapihan adalah mengenai sebagaimana cepat kita meletakan barang dan mendapatkannya kembali pada saat diperlukan dengan mudah. Perusahaan tidak boleh asal-asalan dalam memutuskan dimana benda/barang harus diletakan untuk mempercepat waktu memperolehnya kembali. Data waktu pemerolehan barang perlu dikumpulkan dan dianalisa. Penganalisaan juga perlu melibatkan staff, baik yang sering menggunakan barang maupun yang jarang menggunakannya sehingga rencana yang akan diterapkan bersifat inversal.

Kunci pelaksanaan Seiton :

  • Rancang metode penempatan barang yang diperlukan sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan
  • Rancang metode penempatan barang yang diperlukan sehingga mudah didapatkan saat dibutuhkan
  • Tempatkan barang-barang yang diperlukan ke tempat yang telah disediakan
  • Beri label / identifikasi untuk memudahkan penggunaannya maupun pengembaliannya

SEISO, adalah S ketiga yang berarti “bersih”. Kebersihan harus dilaksanakan dan dibiasakan oleh setiap orang direksi hingga pada tingkat pelaksana. Tahukah anda bahwa hal ini di Jepang membuat area perumahan tidak perlu menggunakan jasa pembersih jalan ?? Orang Jepang memahami bahwa setiap keluarga bertanggung jawab untuk kebersihan, baik di rumah maupun di sekitarnya. Dalam melakukan ini, penggunaan sebuah grafik akan sangat membantu. Grafik ini harus melibatkan tanggung jawab individu dan setiap “grey area” harus dihilangkan, untuk menghindari perbedaan pendapat yang muncul di lapangan. Biasanya perbedaan ini hanya mengenai siapa yang bertanggung jawab untuk menjaga kebersihan suatu area.

Hal yang harus diperhatikan untuk pelaksanaan Seiso :

  • Cari sumber kotoran dan temukan cara pembersihannya
  • Tetapkan tindakan pencegahan / mengurangi terjadinya kotoran

SEIKETSU, adalah S keempat yang berarti “standarisasi”. Kegiatan sehari-hari yang dilakukan pada 3S yang pertama harus distandarisasi yang berguna untuk memudahkan karyawan dalam memperoleh barang secara cepat dan aman untuk melakukan tugasnya. Biasanya digunakan kode warna pada wadahnya untuk mengingatkan letak benda dan peruntukannya.

Hal yang menjadi kunci pelaksanaan Seiketsu :

  • Tetapkan standar kebersihan, penempatan dan penataan
  • Komunikasikan ke setiap karyawan yang sedang bekerja di tempat kerja

SHITSUKE, adalah S terakhir yang berarti “disiplin”. Disiplin maksudnya adalah menerapkan kemampuan melakukan sesuatu sesuai dengan cara yang telah ditetapkan. Kebiasaan yang buruk dapat dihilangkan dengan cara mengajari staff mengenai hal yang harus dilakukan dan membiasakan mereka untuk berlatih kebiasaan yang baik.

Kunci untuk melakukan Shitsuke adalah :

  • Biasakan membuat kondisi tempat kerja selalu sesuai dengan apa yang telah ditetapkan
  • Lakukan pengontrolan setiap saat
  • Koreksi bila ditemukan penyimpangan
  • Lakukan peningkatan, misalnya dengan melakukan perlombaan antar bagian untuk peningkatan efektifitas

Walaupun terlihat mudah, ada beberapa faktor yang menyebabkan terjaadinya perbedaan pendapat yang dapat berakibat gagalnya penerapan 5S / 5R, yaitu :

Perbedaan pendapat dalam menentukan mana barang yang perlu dan tidak perlu dan juga dalam peletakannya. Disinilah peran leader setempat untuk menengahinya dan memutuskan mana barang yang perlu dan tidak perlu dan juga tempat meletakannya.
Tidak memiliki tempat untuk menyimpan barang yang tidak diperlukan. Hal ini bisa diselesaikan melalui kebijakan perusahaan, apakah mau melakukan perbaikan atau tidak, toh bila berhasil yang sangat diuntungkan jelaslah perusahaan tersebut bukan ??
Koordinasi yang kurang jelas. Hal ini bisa disiasati dengan melakukan pertemuan rutin antar bagian terkait, bilamana perlu dibentuk tim 5S dan mengadakan audit / pengecekan rutin
.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: